Canduang, JUSTIC.-
Salam Jurnalis !!

MTI Canduang siang kemarin (7/2) kedatangan rombongan K.H Ma'ruf Amin sekitar pukul 14.00 W.I.B dalam rangka ziarah ke makam Syekh Sulaiman Arrasuli. Kedatangannya disambut dengan antusias oleh seluruh masyarakat MTI Canduang dan para hadirin siang itu.

Para santri dan guru diminta untuk mengambil barisan dilapangan MTI Canduang untuk menyambut calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 yang didampingi oleh sang istri Wury Estu Handayani beserta rombongan. kedatangannya ke MTI Canduang juga didampingi oleh Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Hendra Irwan Rahim.

Suasana Sebelum Kedatangan K.H Ma'ruf Amin
Menurutnya, Syekh Sulaiman Arrasuli termasuk salah satu ulama yang mempunyai peran dan andil besar dalam membangun  bangsa dan umat. Dan ikut menyelesaikan persoalan dan kemelut Indonesia waktu itu.

"Beliau (Syekh Sulaiman Arrasuli) menyelesaikan kemelut kebangsaan sekitar (tahun) 1952-1953, ketika Bung Karno dinyatakan presiden tidak sah karena tidak dipilih oleh rakyat, hingga timbul kegaduhan." ujar ma’ruf amin.

"Karena apa? Karena presiden-nya tidak sah, Kementerian Agama tidak sah, sehingga KUA tidak sah, kawinnya tidak sah, pengadilan tidak sah, menceraikan orang tidak sah. Itu kalut negara itu, karena itu harus sah," kata Ma’ruf.

Sehingga karena kemelut negara itulah hadir peran ulama dalam menentramkan masyarakat. Salah satunya adalah Syekh Sulaiman Arrasuli.

Penyerahan Cendramata oleh MTI Canduang kepada
 K.H Ma'ruf Amin di Depan kantor pimpinan MTI Canduang.

"
Karena Bung Karno tidak memenuhi syarat penuh, maka diberi nama embel-embel darurat waliyul amri dharuri bissyaukah. Kenapa harus diberikan? karena beliau memberikan power kekuasaan," katanya.

Syekh sulaiman arrasuli sendiri adalah salah satu tokoh ulama yang gigih dalam mempertahankan Mazhab Syafi’i. Beliau belajar di Mekkah dengan guru beliau Syekh Ahmad Khatib Al-minangkabawi seangkatan dengan K.H Hasyim Asyari. Menjelang kemerdekaan Republik Indonesia Syekh sulaiman arrasuli ikut menjadi anggota konstituante dari PERTI. Beliau bersama Syekh Abbas Ladang Lawas dan Syekh Muhammad Jamil Jaho mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah yang berpusat di Canduang. Dan membentuk sebuah lembaga pendidikan yaitu Madrasah Tarbiyah Islamiyah.(FAJRIATY)




2 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama