Kamis 29 Jumadil Awal 1439 H / 15 Februari 2018 M
Sesi Foto Bersama
          Kamis,29 Jumadil Awal 1439 H, bertepatan dengan 15 Februari 2018 M. Madrasah Al-Muwahhidah Al - islamyah Provinsi Krabi, Thailand bagian selatan kerajaan Thailand telah mengunjungi  Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang ( MTI-C).  Kunjungan tersebut disambut antusias oleh guru - guru  MTI-C.

H. Badra Syahrudin  Sulaiman Arrasuli SH. Selaku Rais Am MTI Candung mengucapkan selamat datang kepada H. Kamaen ( Kepala Rombongan) yang merupakan  pengasuh sekaligus pendiri  Madrasah Al-Muwahhidah Al Islamy dan rombongan.Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama kali Madrasah Al-Muwahhidah Al-Islamy ke MTI-C. Pertemuan ini  bertujuan untuk menjalin tali silaturahim antara seasama muslim . “ karena sesame muslim bersaudara,insya Allah bila Allah mengizinkan, kita akan mengadakan kunjungan pula kesana” ujar Rais Am MTI Canduang.

Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa agenda acara, diantaranya pengenalan sekolah oleh pimpinan pondok masing-masing sekolah. MTI-C diwakili oleh Rais Am MTI-C, dan Pengasuh Madrasah Al-Muwahidah Al-Islamyah. Dalam sesi tersebut Rais Am memaparkan siapa Inyiak Canduang serta bagaimana sejarah dan keadaan  MTI-C  dari awal berdiri sampai sekarang. Bahkan sebaliknya, H. Kamaen juga turut berantusias menceritakan madrasahnya. Mulai dari bagaimana keadaan muslim di Thailand, hingga lika liku kedipan disana dan bayak lagi.

    “Madrasah Al-Muwahhidah Al-Islamy  terletak di Kerajaan Thailand, Provinsi Krabi, Thailand bagian selatan.Madrasah tersebut memiliki santri kurang lebih sekitar 800 orang santri” jelas H. Kamaen.  “Kebanyakan orang berpresepsi di Thailand itu hanya terdapat agama Budha , ataupun tempat wisatanya yang aneh-aneh, tapi Thailand bukan hanya itu, meskipun menganut  Budha mayoritas di Thailand bagian tengah hingga ke utara, tetapi di Thailand selatan populasi umat muslim cukup mendominasi. Di Krabi sendiri misalnya, setidaknya 50 % dari empat ratus ribu dari tolal penduduk Krabi adalah pemeluk agama Islam. Di Thailand selatan, seperti  Provinsi Patani, Pronvinsi Krabi dan beberapa provinsi lainnya, yang menjadi mayoritas adalah bangsa melayu. walaupun tidak terlepas dari penganut kepercayaan lain. Madrasah Al- Muwahhidah Al - islamyah merupakan salah satu dari beberapa madrasah Islam yang bertempat di Thailand, juga merupakan madrasah yang berspesifikasi Kitab Kuning, ujar H. Kamaen selaku pendiri.  Madrasah ini telah berdiri selama 13 tahun . saya selaku pendiri madrasah tersebut dahulu belajar di Masjidil Haram  kepada Syeikh Husain Asyysiraji di Mekah dan banyak Syeikh lainnya yang bermazhab Syafiiyah. Nama Madrasah Al-Muwahhidal Al-Islaamy diberi oleh syeikh Husen Assyirajai selaku guru dari saya. Madrasah ini beri’tiqad dengan itiqad Ahlusssunnah Wal Jamaah dan bermazhab Syafi’iyah.  Madrasah Al-Muwahhhidah Al- Isalmy ini memeliki luas sekitar 10 ha. Lokasinya juga merupakan kepemilikan dari H. Kamean sendiri. Santri disanapun disediankan fasilitas asrama sihingga memudahkan proses pembelajaran dan diperbolehkan pulang sebulan sekali. 
         
          Pemerintahan disanapun sangat loyal dengan segala bentuk pendidikan. Meskipun Madrasah ini swasta, tetapi pemerintah memiliki pandangan yang sama terhadap madrasah ataupun kepada sekolah yang berbasis pemerintah. Dana bos yang di dapat sekitar 4 juta lebih per siswa. Berbeda dengan Indonesia, bahasa yang mereka gunakan di kehidupan sehari - hari ada empat, yaitu bahasa Inggris, Thai, Arab, dan Indonesia Melayu. Pendidikan disana memiliki bantuan lebih dari pemerintah. sistim pembelajarnya yang digunakan yaitu pada pagi hari mereka belajar mata pelajaran umum, sore belajar agama, dan setelah mabrib belajar Al-Qur’an, diteruskan dengan belajar kitab setelah isya. Kami mengadakanUpacara bendera setiap hari” lanjun beliau dengan logat melayu yang khas.

 “ sudah  kesamaan diantara kita, sama bermazhab syafii, dan pula sama aswaja, tentu kalau kita sudah kenal cinta akan mudah bersemi. Mari kita membangun parsaudaraan diantara mimpi para pendahulu kita  yang sudah lama putus” tuntas Rais Am MTI-C.
Acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan MoU dan sesi foto bersama, dan juga penyerahan kenang - kenangan  dari masing-masing sekolah.” Kita berharap persaudaraan ini akan terus berlanjut “ ujar Tuan Guru H.Kamaen. ||HSH-JUSTIC



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama