Rabu, 17 Februari 2016 M/ 8 Jumadil Awal 1437 H
Dilaporkan oleh: Anesty

Pagi kemaren (Selasa, 16 Februari 2016) lebih dari 20 orang santri yang terlambat datang. Mereka di suruh berbaris di halaman Madrasah dan dicatat nama-namanya. Salah seorang diantara mereka di suruh maju oleh guru piket untuk memberi nasehat kepada yang lain supaya tidak terlambat lagi.

Sebenarnya fenomena santri terlambat itu sudah menjadi pemandangan umum setiap paginya di MTI Canduang.  Bahkan pernah ada ada sampai jumlahnya sebagai dua lokal yang berbaris di halaman.

Banyak diantara yang terlambat itu, orangnya itu ke itu juga. Ketika ditanya ia menjawab “rumahnya jauh dari sekolah“ dan ia dihukum terus setiap paginya dengan hukuman itu ke itu juga dan kemudian masuk ke lokal masing-masing tampa merasa bersalah. Sepertinya tidak ada hukuman yang bisa membuat mereka jera ||JUSTIC||

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama