Jum'at, 22 Mei 2015 M - 4 Sya'ban 1436 H
Reporter: Wiza Novia Rahmi

ilustrasi
MTI Canduang - JUSTIC. Pagi Rabu (21/5) setelah habis jam pelajaran pertama, 6 (enam) orang  guru dan pimpinan MTI Canduang mengadakan razia ke seluruh lokal yang ada di MTI Canduang mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Razia ini, menurut Kepala Tata Usaha (TU) MTI Canduang (M. Nazif) merupakan agenda rutin sekolah sebelum ujian semester diadakan.
“razia ini sudah agenda rutin sekolah, tapi dalam waktu yang tidak ditentukan”, ujar M. Nazif ketika ditemui di ruangannya (21/5).

Seperti biasanya, hal yang diraziai itu ialah kuku, rambut dan handphone. Seluruh santri langsung disuruh maju ke depan lokal, sementara tas dan laci langsung diperiksa. Kuku dan rambut yang panjang digunting oleh guru yang merazia. Sedangkan handphone, baik yang berkamera maupun tidak berkamera tetap disita dan dimasukkan ke dalam ruangan Kepala TU untuk diseleksi. Hingga sore (21/5) kemarin, handphone yang tidak berkamera sudah dapat diambil oleh santri. Namun handphone yang tidak berkamera tidak akan dikembalikan. Hal ini senada dengan perkataan Waka. Kurikulum tingkat Tsanawiyah, Silvia bahwa kemungkinannya handphone-handphone yang berkamera itu akan dikembalikan ketika tamat di MTI Canduang atau kalau menungkinkan tidak akan dikembalikan.

Ketika proses razia yang mendadak tersebut berlangsung, banyak santri berhamburan ke luar lokal menuju WC, parkiran, tong sampah dan tempat penyimpanan strategis lainnya. Namun tetap dikejar oleh guru piket dan langsung menyita handphone santri-santri tersebut.  Salah seorang santri yang memiliki handphone berkamera (HA) memohon izin kepada Kepala MTI tingkat Aliyah, Zulkifli untuk meminjam handphone sebentar karena akan menelpon saudaranya untuk membayar uang SPP sebelum ujian. Namun JUSTIC belum mendapatkan informasi apakah handphone tersebut boleh dikembalikan atau tidak. | JUSTIC


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama