Sabtu, 14 Februari 2015 M - 25 Rabiul Akhir 1436 H
Reporter : Miftahun Musthapa

MTI Canduang-JUSTIC. Sabtu pagi (14/02), kepala Puskesmas Kecamatan Canduang (Arnaldi) kunjungi MTI Canduang. Kunjungan itu berkenaan dengan adanya suatu penyakit kulit yang sedang marak di derita para santri. Dalam kunjungan tersebut,  Arnaldi menyampaikan beberapa arahan atau nasehat untuk seluruh warga MTI agar lebih menjaga kebersihan. Baik di Madrasah maupun di tempat tinggal masing masing.

Mengenai penyakit  kulit yang sedang banyak di derita santri, Arnaldi mengatakan bahwa penyakit kulit tersebut berasal dari suatu virus yang berkembang biak menjadi kutu di kulit. kutu itu di sebut dengan "kutu scabies". Kutu itu akan menyebabkan rasa gatal yang tidak dapat di tahan oleh penderitanya, apalagi ketika malam hari atau ketika suhu udara lembab. Karena pada saat itulah kutu kutu tersebut berkembang biak. Arnaldi juga mengatakan bahwa kutu kutu itu berpatroli di bagian kulit lapisan kedua (epidermis). Sehingga pada saat itu, si penderita tidak akan tahan untuk menggaruknya. Padahal bekas garukan tersebut akan mengakibatkan infeksi kuman yang tak jarang menghasilkan nanah.

Penyakit scabies ini adalah jenis penyakit yang mudah menular. Arnaldi menambahkan penyakit ini menular melalui apa saja.  Seperti hinggap di kain, buku, bekas sentuhan penderita, dll. Terutama sentuhan langsung dengan penderita. Bahkan jika sempat menular, penyakit ini bisa menyerang semua orang di sekitar penderita. Maka dari itu, dalam waktu yang terbatas Arnaldi menyampaikan bagaimana cara mencegah penularan tersebut. Yakni, bagi santriwati yg tinggal di asrama diharapkan untuk merendam pakaiannya dalam air yang mendidih. Dan kepada penderita beliau menganjurkan untuk menjemur pakaian atau kain yang di gunakannya di bawah sinar matahari, seperti dari jam 8 pagi hingga jam 12 siang. Karena kutu tersebut bisa mati oleh sinar ultraviolet. Dan para penderita juga di anjurkan meminum obat yang sudah di berikan beberapa hari yang lalu dan juga memakai salafnya agar kutu scabies tidak bertelur di kulit.

Selain penyakit gatal scabies, Arnaldi di sisa sisa waktu yang tersisa juga menghimbau warga MTI tentang bahaya penyakit yang juga sedang banyak di jumpai di lingkungan masyarakat sekitar. Yaitu DBD (demam berdarah). Penyakit ini tergolong kepada penyakit yang mematikan. DBD di sebabkan oleh virus yang ada di dalam tubuh nyamuk, kemudian berpindah ke penderita melalui gigitannya. Oleh karena penyakit yang banyak di temukan itu, maka beliau menganjurkan kepada para santri untuk membiasakan makan buah dan sayur, karena para santri adalah penerus risalah rasulullah di masa yang akan datang. "jadi,,,ananda sekalian harus selalu sehat, supaya tidak mengganggu dalam proses belajar" sanggah Arnaldi.|JUSTIC

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama