JUSTIC
penulis : widy shahafiyah
ilustrasi

warning : jika terjadi kesalahan nama, tempat dan perkara kejadian penulis mohon maaf. kata najma dan majwa adalah orang yang sama.

Aku tak mengerti siapa aku sebenarnya,untuk apa aku lahir,untuk apa aku hidup dan untuk apa aku ada didunia ini entah untuk apa? Bahkan hingga kini aku tak mnemukan jalan atas pertanyaan ini. Takkah diriku bagai benalu yang tumbuh menempel dan menyerap kebahagiaan orang-orang yang menyayangiku benar-benar seperti parasit, andai kata aku bisa kembali aku ingin bertanya, untuk apa aku ada disini dan lebih memilih menjadi buih yang lenyap begitu saja, tapi…akuterlalu takut menghadapi kematian, aku terlalu takut pada kesendirian, dan aku terlalu takut pada kegelapan,  tapi…aku juga tak berani untuk hidup seperrti ini , benar aku memang pengecut,namun  aku tidak terlalu bodoh untuk berbohong pada diri sendiri .

Aku memiliki beberapa harapan yang ingin lakukan agar rasa takutku pada semua itu berakhir, aku ingin menjadi wanita yang diinginkan orang tuaku,aku juga ingin mengabulkan permintaan mereka impian mereka, dan…aku ingin jadi seorang istri dan anak,lalu bahagia sampai tua nanti, apa itu terlalu banyak, aku hanya memikirkan tentang kebahagiaan, karna,,aku…benci penderitaan.

BAGIAN: 1
MEANING OF LIVE
Cerita ini diawali ketika seorang gadis dengan rambut tergerai, mulai melangkahkan kakinya pada dunia yang tidak ia tau, dia adalah anak yang manis, berkulit kuning langsat, dan criteria yang disukai orang.

Dia adalah anak yang rajin berusaha untuk mengetahui sesuatu,  meski dia tak mengerti apa itu….dia slalu bertanya tentang masa depan, dan bagaimana nanti masa depan yang ia inginkan.
‘’ma….’’
‘’hmmm’’
‘’nanti saat aku dewasa, aku akan menikah dengan siapa?’’tanyanya dengan santainya tanpa mengerti apa itu arti pernikahan sesungguhnya. Sang  ibu tertawa dengan pertanyaannya.
‘’jangan tertawa…najma serius..apa dengan randiy saja atau fajri ahhh atau bang afdhal, menurut mama mana yang bagus’’
‘’hahaha najma –najma kamu itu masih kecil, belum cukup umur’’tawa sang kakak hingga ia merungut kesal.
‘’jangan tertawa, najma sudah besar’’
‘’sudah…abangmu benar najwa kamu masih TK masih kecil, sama siapa tadi randy, dia bahkan lebih pendek darimu, lalu fajri..dia terlalu nakal dan bang afdhal dia sepupumu sendiri najma’’
‘’habis hanya mereka yang najma ingat, tapi kalau nanti najma sudah ingat nama-nama yang lain, najma akan sebutkan’’

Dan masa itu adalah masa yang terindah, masa penuh senyuman, hingga air mata kembali menghampiri. Dari sudut matanya seorang laki-laki paruh baya yang ia panggil papa tengah berbicara dengan gurunya saat ia masih sekolah(TK),ia tak mendengar apa yang tengah dibicarakan papa dan gurunya itu,hingga ia dipanggil sang guru.
‘’najma..sini’’
‘’ada apa?’’ tanyanya tak mengerti. Sang ayah langsung menggandeng  tangan gadis itu dan mengambil tasnya lalu pergi setelah berpamitan dan pulang.
‘’najma susul ibumu, papa mau membereskan ini dulu’’ ia hanya mengangguk dan berlari mengejar ibunya.
‘’mama knapa menangis?’’ sang mama hanya menggeleng tanpa tersenyum .

Semua terlalu cepat hingga pemandangan seseorang yang terbaring tanpa nyawa,ditutupi kan putih,ia bahkan tak tau apa itu kematian yang tengah menimpa kakeknya yang sangat ia sayangi meski bukan kakek kandungnya.
‘’mama knapa kakek tidur ditemani banyak orang,apa kakek sakit,najma ingi tidur bersama kakek juga’’katanya polos dan tersenyum,sang ibu memeluk ibunya.
‘’knapa kakek dimasukkan kesana,keluarkan kakek dari sana,kakek sedang sakit,jangan disana sempit,jangan ditutup disana gelap,knapa tak ada yang mendengar najma,kakek bangun…mereka orang jahat,jangan tidur ikutlah bersama najma’’tubuhnya direngkuh menjauh
‘’kakek……’’teriaknya
‘’sudah najma,kakek takkan bangun untuk selamanya’’jelas sang kakak membawanya jauh.
‘’knapa…lalu siapa yang akan memebela najma kalau bang deri berbuat nakal….siapa yang akan membelah coklat lagi untuk najma ,hueeee……..’’tangisnya.
‘’abang yang akan lakukan,sudah jangan menangis lagi’’ia berhenti dan mengeratkan pelukannya,lalu tersenyum.
‘’janji…’’
  ‘’eummm..janji’’

Tapi…perjalanan takkan berakhir begitu saja,bahkan ini belum mulai,banyak hal yang belum ia mengerti,banyak yang belum ia jalani dan temui.

Hari itu diam-diam ia akan menagis ketika sedikit demi sedikit sang kakak mulai berubah,ia lebih pemarah.bosankah denganya?,lebih mudah bercanda dengan anak kecil yang lain,tapi ia akan kembali tersenyum saat sang kakak mengajaknya untuk berlatih sepeda yang bahkan lebih tinggi dari dirinya,ia kan tertawa kencang saat sang kakak memboncenkanya dan melajukannya dengan cepat.tak hanya ia tapi juga denga sepupunya.

Dan ia juga berrteriak gembira saat sang sepupu yang paling ia sayangi pindah rumah kedekat rumahnya,ia lebih sering kesana,merasakan agar-agar buatan kakak perempuannya itu,juga asinan salak dan kedondong.tapi..sekali lagi ia ia harus menelan pil pahit,saat sang kakak yang ia miliki juga pergi meninggalkan dirinya,kakaknya berbohong.

Ia tak tau harus berekspresi seperti apa ditengah kerumunan banya orang juga teman sekelas kakaknya,ia menghampiri sahabat yang merangkap sanak saudara kakaknya juga dirinya,ia meremas ujung baju kakak sepupunya dengan erat dan menatapnya begitu lama,hingga ia berkata.
‘’jum’at bulan 3 tahun 2002 dia berjanji saat kakek juga pergi untuk mengantikan kakek,membela najma dari kenakalan bang deri,membelahkan coklat dan slalu ada,lalu sekarang dia juga pergi,kalau begini untuk apa berjanji,bukankah kata buk guru bohong itu dosa,apa ia tak tau,apa ia sebodoh itu’’ia berkata tanpa mengerti tentang takdir dan waktu.
‘’dia tak bohong ia hanya lelah’’
‘’apa najwa begitu cengeng,apa najwa nakal,najwa akan merubahnya tapi suruh ia kembali,nantinajwa dengan siapa lagi?’’kakak sepupunya hanya diam.

Seorang laki-lakidatang dengan tas ransel dipunggungnya,ia adalah kakak sulung najwa yang merantau untuk mengubah nasib.
‘’Najwa’’panggilnya,najwa menoleh dan langsung menangis keras lalu menghampiri kakak sulungnya,dan memukulnya.
‘’abang jahat,gara-gara abang pergi bang latif lelah dan pergi meninggalkan najwa’’sang kakak hanya memeluk erat badan kecil najwa.

Dan 15 hari sesudahnya kakak sepupunya juga pergi darinya karna tenggelam didanau,ia hanya menatap gelang emas pemberian sang kakak,ia tak lagi menangis,ia sudah terlalu lelah untuk menangisi,hal yang tak mampu ia tangisi.

Dan 2 tahun setelahnya ia menyadari ia tak hanya memiliki 2 orang kakak laki-laki tapi 3,tapi ia tak pernah tau,dan ia kembali menangis,sekian lama setelah banyak peristiwa kematian dihadapanya.

‘’apa najwa pembawa sial?knapa ?ya allah najwa salah apa?sekarang najwa sudah kesepian,meki najwa masih punya seorang abang najwa merasa sendiri,najwa salah apa?’’ia berteriak dalam hati.

Dan mulai saat itu najwa yang manis,dan ceria berubah menjadi sosok yang berbeda sosok yang dingin dan sedikit kasar.
‘’tuhan yang membuatku begini’’rutuknya dalam hati sambil menangis

Ia sedih ,menyesal tapi tak bisa berubah,terlalu sulit,ia tak mengerti,ini terlalu sulit,hingga ia disekolahkan di sebuah pesantren,ia mulai sedikit demi sedikit mengerti?ia mulai mencoba,namun terlalu sulit,bahkan 4 tahun berlalu itu belum berubah,ia yang dulu memikirkan masa depan yang bahagia malah ingin kembali kemasa lalu dimana ia akan lebih terjamin kebahagiaan .tapi itu tak mungkin,sa’at sang guru mengatakan bahwa calon penguin neraka adalah orang yang pintu hatinya sudah tertutup,apa itu adalah dirinya?,ia menangis dalam hati,lagi.
‘’najma liat kak gany liat kamu tuhhhh,,uhh so sweatnya…’’
‘’ngomong apa sich,ngaco udah ayo pergi’’
Meski najma sedang melewati masa pubertas ia berusaha untuk biasa,meski ada orang yang ia sukai ia harusjaga diri,ia tau cinta tak dilarang tapi hubungannya dilarang,ia sering berfikir seperti itu,meski dirinya sudah berubah180’ dari yang dulu tapi pemikirannya dari agama tak pernah tinggal,ia hanya butuh perbaikan.
‘’najwa apa yang kamu pikirkan?’’tegur ustadzah ratna
‘’tidak ada dzah,maaf’’
‘’lain kali jangan lakukan,saya tidak suka jika ada murid dipelajaran saya tak memperhatikan pelajaran saya apalagi kamu najwa,mengerti’’
‘’ya ustadzah’’ia menghela nafas,.
Lonceng berbunyi keras mengakhiri pelajaran yang menurut sebagian melelahkan,dengan lankah kecilnya ia melewati gerbang sekolah.
‘’najwa’’
‘’eh?ya’’jawabnya sekenanya ketika seorang kakak kelas menyapanya sembari berlalu,ia memperhatikan 2 punggung yang berlalu
‘’kak fadhil ya…..tapi bukan dia yang menyapa,ternyata kata orang benar,ia tak pernah melirik siapapun’’batinnya iapun pergi.
Sementara itu 2 orang laki-laki berdebat mengenai hal-hal yang sewajarnya terjadi pada seorang anak muda,sosok yang sempat dilirik gadis kecil yang menjelma menjadi gadis yang tumbuh dewasa.
‘’aduhhhhh fadhil-fadhil aku kasih kesempatan buat kenalan sama najwa kamunya malah…….ahhh susah sama orang kayak kamu’’decak seorang laki-lai pada teman berkaca mata disampingnya.
‘’hanya tak terbiasa dan..’’belanya .
‘’ya dan selalu tak terbiasa,kamu taukan dia itu susah didekati,’’
‘’Yaa lagian aku tak niat untuk pacaran’’
‘’Yang nyuruh pacaran siapa?’’
‘’ya sudahlah dan…biar tuhan yang menentukan apa kita akan jodoh atau tidak,susah sekali’’
“Kalau tak ada usahanya siapa yang bisa jamin? “
‘’ALLAH dan,aku yakin’’
‘’kalau kamu udah berkata kayak gitu yaaa aku kalah ngomong’’
Najwa memandangi beberapa bintang yang tak begitu bersinar,sekilas bintang yang sedang ditatap najwa tak berkedip indah ,malah terkesan akan hilang,namun najwa masih tetap betah memandanginya,setetes air mata jatuh,ia rindu….rindu masa lalu yang indah dalam artian kata yang telah pudar.
‘’mereka berkata saat aku besar nanti aku harus seperti bintang Sirius agar bisa bersinar terang,tapi…..apa gunanya  lambat laun dia akan berhenti bersinar dan hilang lalu hilang seperti buih,jika mereka menghrapkanku seperti bintang Sirius ,bukankah ingin aku pergi,tapi aku tak mau,aku terlalu takut untuk hal itu,aku memang pengecut’’
Sekelebat pemikiran yang ada didalam kepala najwa slalu mematahkan asa dalam dirinya,dengan ingatan dirinya yang slalu ditinggalkan sama seperti bintang Sirius yang slalu kesepian meskipun dibelakangnya ada satu bintang Sirius B yang slalu menemaninya,tapi sinarnya begitu kuat hingga tak menyadari bahwa ia tak menyadarinya,padahal ia slalu membagi cahayanya pada bintang itu,ternyata bintang Sirius yang indah lebih banyak kurangnya.

Tak selamanya yang indah itu indah
Hanya saja banyak yang tak menyadari itu
Sejauh mana mereka mencoba berfikir
Tetap saja tak bisa menyadarinya
Seperti bintang Sirius A
Meski mereka sendiri
Tapi mereka tak sadar
Dibelakang mereka ada satu bintang
Satu bintang yang terus tegar
Menemani satu bintang sirus A
Meski sampai akhir Sirius A
Mereka tak akan dilirik sedikitpun.
Hari ini murid digemparkan dengan berdirinya seorang anak perempuan dengan linangan air mata disudut bangunan paling atas.orang-orang dari bawah terus bersorak agar ia mau turun,tapi ia bersikeras tidak mau
‘’tidak ,percuma hidup,kalau akhirnya begini,’’
  ‘’ada apa?dia knapa?’’tanya najwa pada temannya
‘’kata mereka sich dia korban broken home,kalau aku jadi dia pasti juga akan stress,tapi…gimana juga itu dilaknat ALLAh,kekal dineraka,ihh takut’’najwa melangkah pergi.
‘’najwa mau kemana?’’najwa tak mendengarkan temannya dan pergi ke gedung lantai tiga itu.
‘’turunlah’’ujar najwa disamping sedikit jau dari murid tersebut yang sedikit terkejut dengan kedatangan najwa yang tak terduga.
‘’tidak,jangan ikut campur,kau tau apa?’’
‘’aku memang tidajk tau apa-apa tentang dirimu dan masalahmu,tapi dengan cara mati kau bisa apa?’’
‘’jangan berbicara seolah aku yang salah’’terika gadis itu lantang
‘’jika kau tak salah untuk apa bunuh diri’’
‘’jangan salahkan aku,salahkan tuhan yang……’’
PLAKKKKK
Dengan segera najwa menmpar murid itu stelah sebelumya berlari untuk mencapai murid itu,murid yang dibawah sedikit berteriak.
‘’kamu pikir kamu siapa?keponakan tuhan,aku berdoa pada tuhan memberiku umur yang panjang,aku memang tak mengerti bagaimana rasanya ketika orang tua bercerai,tapii….’’air mata najwa mengalir’’tapii..aku cukup mengerti bagaimana ditinggalkan mereka setelah mereka berjanji,aku memang tak merasakan penderitaanmu,karna itu bukan penderitaanku,jadi aku tak akan bisa merasakannya’’
‘’kakak…’’gumam murid tersebut
‘’kau ingin menyerah begitu saja,sedang aku slalu berusaha untuk meraih mimpiku….ahhh kenapa aku jadi curhat.ma….’’tiba-tiba tubuh najwa ditubruk tubuh seseorang.
‘’maaf….’’pintanya sembari menangis,najwa tersenyum tipis.
‘’bukan padaku,tapi pada pada allah,lain kali jangan lakukan’’murid itu mengangguk dan keduanya turun.
Najwa melirik atap gedung itu kembali,dan tersentak kaget ,kata-kata tadi yang ia ucapkan terngiang kembali,seperti dejavu ia mulai menyadari satu hal yang harusnya ia mengerti dulu sebelum mengatakannya pada orang lain.
‘’knapa aku  isa mengatakannya pada orang lain,tapi padaku tidak.’’
Ia pun kembali melangkah,melenggang pergi dari atap trsebut,para guru mengucapkan terimakasih pada najwa,atas apa yang ia lakukan,tapi ia baru mengerti bukan murid itu yang disadarkan tapi dirinya sendiri yang disadarkan.
‘’wah najwa kamu berani banget’’puji teman najwa.najwa hanya tersenyum
‘’bukan…..bukan aku yang hebat,tapi siapa?’’batinnya.
Bahkan sampai ada petunjuk yang jelas tapi,dirimu tak pernah sadar najwa,ALLAH yang menuntunmu untuk kembali menyadari arti hidupmu,tapi kamu tak pernah tau itu najwa.kiamu terlalu dibutakan oleh kesedihan.
Dengan seksama najwa membaca buku yang ada di maktabah pesantren,buku tentang anatomi tubuh,cukup lama hingga ia bosan membaca buku yang membahas tentang organ manusia,iapun meletakkan buku itu kembali.matanya pun tertuju pada satu buku yang sepertinya ia kenali.
‘’najwa buku ini sangat luar biasa,buku ini tentang hidup yang bermanfaat’’
‘’tapikan…najwa belum bisa baca’’
Sekelebat bayangan-bayangan masa lalu mulai menghampirinya,bayangan dimana ia dan kakaknya masih bercengkrama dengan bahagianya.najwa mengambil buku yang sudah lama terletrak di maktabah tersebut.
‘’luka adalah cinta…jadi…ini judulnya,knapa dia sangat suka dengan buku ini?’’lirihnya pelan sekali.
‘’buku itu menceritakan tentang gambaran hidup yang banyak tak mengerti manusia ….ya…jika kita bisa memahami bacaaan buku tersebut,insyaallah kita akan lebih baik lagi’’ujar seseorang yang membuat najwa terkejut.
‘’ehh.. maaf terkejut ya…?’’tanya oerang tersebut
‘’a-ahh tak apa’’ujar najwa sedikit gugup karna orang yang disampingnya kini adalah seoarng kak fadhil.
‘’aksi kamu sungguh…membuat saya tkjub,kamu seperti aisyah istri nabi yang pemberani’’
‘’emmhh kak fadhil terlalu memuji,saya hanya mengikuti kata hati saya saja’’
‘’yaaa tapi kamu sungguh berani mengambil tindakan nekat tersebut’’
‘’terimakasih,oh ya kak….saya pergi dulu,assalamu’alaikum’’pamit najwa.
‘’ah yaaa wa’alaikum salam’’
Najwapun pergi setelah sebelumnya meminjam buku yang ia inginkan,sekilas ia melirik pada sosok fadhil yang sibuk membaca kitab tentang imam syafi’I,dan seketika itu pula ia merasa aneh.
‘’apa yang kupikirkan,sadarlah ini bukan saatnya’’batinnya lalu berlalu pergi menuju kelasnya.
Dengan segera ia merapikan alat tulisnya,saat guru memperbolehkan murid-muridnya untuk pulang,dan setelah bersalaman dengan gurunya najwapun melangkahkan kakinya untuk pergi dari sekolah.sebelumya ia melirik arlojinya yang bertengger manis ditangannya.
‘’mmm masih sempat sich,yaaa tak apalah’’
Kakinya pun melangkah pergi ketoko buku yang sering dikunjunginya.setelah sampai najwapun melirik beberapa buku yang ingin dibelinya,setidaknya sudah ada 3 buku yang menjadi incarannya.
‘’yang mana yang bagus ya……’’lirihnya semakin bingung.
‘’jangan melihat buku dari sampulnya saja,tapi juga dari sinopsisnya’’najwa sedikit terkejut ketika seseorang member komentar padanya.
‘’knapa dia bisa tau’’Najwa memperhatikan orang tersebut dan mendapati lambang sekolah yang ia kenal.’’xaferius’’gumamnya pelang yang tak disangka didengar oleh orang tersebut.
‘’oh ya….aku sekolah di xaferius,kenalkan matheo’’ujar laki-laki tersebut sembari mengacungkan tangannya mengajaknya berkenalan.
‘’seharusnya kau sudah tau dari penampilanku,aku perempuan’’
‘’so…masalahnya,biasa aja koq,saling kenalan’’najwa menghela nafas.
‘’najwa…salam kenal matheo,aku pergi’’tanpa membalas jabatan tangan itu najwa pergi dengan membawa buku yang ia inginkan.
‘’apa yang salah?’’gumam pemuda itu sembari menatap tangannya keheranan.
Keesokkan harinya disekolah xaferius,seorang pemuda yang diketahui matheo menghampiri seorang wanita muslim yang bersekolah disana.
‘’dis gue mau Tanya dong’’seloroh matheo yang akibatnya wanita itu tersedak makanannya sendiri.
‘’uhuk-uhuk wah keterlaluan loe,keselek nich’’protes gadis tersebut
‘’hahaha sorry,tapi gue mau Tanya,kemarin gue ketemu wanita terus pas gue kenalan dia nolak,emang ada yang salah sama tangan gue ya…?’’
‘’emang wanitanya siapa?’’
‘’Gak tau juga yang jelas dia sama kayak kamu?’’
‘’muslim maksudnya?’’matheo mengangguk,gadis mangut-mangut.
‘’gini ya…matheo,dalam beberapa kasus seorang wanita muslim ada yang membangkang pada aturan agamanya,ya….kayak..ehmmm gue,dan sebagian lagi patuh mungkin kayak wanita itu’’
‘’aturan apa?’’
‘’yaaa seorang wanita tak boleh menyentuh seseorang yang lawan jenisnya kecuali keluarganya,dan harus memakai jilbab dan baju yang dalam serta menutupi aurat…ngerti?’’matheo kembali mengangguk.
‘’terus kamu koq kayak gitu?’’tanya matheo.
‘’ya…belum siap ajha secara bathin….ya..gimana ya..’’gadis terdiam sesaat.
‘’udahlah knapa loe jadi tanyain itu sama gue?’’
‘’yaa enggak,ya udah makasih ya..infonya…’’matheopun pergi meninggalkan gadis yang mengumpat tak jelas.
Sementara dikelas 7-2 jurusan I-A,seorang laki-laki sedang menulis sebuah pelajaran yang tertinggal akibat ia absen sebelumnya,tiba-tiba ia dikejutkan oleh temannya.
‘’rajin amat’’
‘’emangnya kamu,main terus’’
‘’sst jangan buka coki dong!’’
‘’sebentar lagi kelulusan loeh,jangan sibuk main terus’’
‘’iya…pak bosss,eh…tapi kalau udah lulus uuu gak bisa ketemu ama najwa don k’’ledek temannya.
‘’apaansich gak lucu tau,asal kamu tau yaaa ghany,allah itu punya cara sendiri gimana aku bahagia nanti,yaa meski aku menyukai najwa belum tentu dia juga dan yang belum tentu allah redha aku bersama dia…udah ngerti’’
‘’iya-iya’’
‘’najwa..’’panggil seseorang.
‘’hmm apa?’’sahut najwa sekedarnya.
‘’kamu ditugasin buat baca puisi untuk kelulusan murid kelas 7 nanti’’
Najwa tertegun ia tak menyangka,tahun akan cepat berganti,baru rasanya ia bertemu dengan kakak kelasnya itu  dan sekarangia akan berpisah lagi,kembali kehilangan itu yang ia fikirkan,jiwa mudanya kembali berfikir tentang cinta.
‘’najwa koq bengong’’
‘’ah i-iya,ya sudah gak apa-apa,mana teksnya’’
‘’ini,ya sudah ditinggal dulu ya,,,’’najwa hanya mengangguk
‘’ehmm puisi ini…..’’
Najwa menyadari bahwa ini adalah puisi buatan seorang fadhil ramadhan terbukti dari kutipan’’by:fadhil ramadhan’’,seulas senyumpun  terbentuk dari bibir pucatnya.
Dan tepat hari ini disaat dimana ia harus membaca puisi untuk perpisahan anak kelas 7,dihadapan banyak orang najwa menghirup nafas dalam lalu membuangnya,dan dengan teknik mengambil suara perut ia mengucapkan salam.
‘’assalamu’alaikum warah matullahi wabarakaatuh’’
‘’wa’alaikum salam warah matullahi wabarakaatuh’’najwa kembali menghirup nafas dalam dan memulai puisinya.

Sejenak ia kembali melepasnya ia terlalu gugup entah apa yang membuatnya seperti itu,namun ia mencoba menepisnya ia tak bisa mempermalukan acara ini,ini acara yang penting,banyak dari mereka yang menunggu puisi dari najwa terutama FADHIL. Najwapun menyakinkan tekad setelah sebelumnya melirik pada fadhil, dan tampa ia sadari dalam kecilnya pun terucap’’untuk kak fadhil’’.iapun tersenyum samar dan menghirup nafas dalam,lalu memulai membaca
‘’senandung rindu karya fadhil ramdhan’’
Jejak-jejak kelabu sa’at pertama ku hadir
Hadir dalam rangkulan satu malaikat yang bercahaya
Lalu tumbuh bak bunga mawar kemarin
Tanpa terasa tahun yang begitu panjang
Berlalu dengan perputaran yang cepat
Hingga kaki ini tertapak disini
Berusaha merangkul bulan
Meski bulan tak sering tampak
Mencoba merangkul matahari
Meski tangan ini melepuh
Hingga jejak-jejak itu menjadi terang
Hingga tahun kemarin itu menjadi bekas
Bekas yang menjadi symphony terindah
Hingga symphony itu juga menjadi
Senandung rindu antara kita
Senandung dengan butiran tasbih
Butiran-butiran yangkan menjadi indah
Disaat tuhan menyatukan kembali
Puing-puing rindu itu kembali.
‘’selamat jalan kakak-kakakku,mungkin hari ini kita berpisah tapi esok dan esok tuhan yang mempertemukan kita,kejarlah mimpi-mimpimu yang telah terlukis di langit biru dengan kuas perak dan tinta emas,kami disini melanjutkan apa yang juga kami im pikan hingga kitakan berkumpul bersama nantinya AMIN’’
‘’assalamu’alaikum warah matullahi wabarakaatuh’’ucapnya menyudahi beserta senyuman lebar.
‘’wa’alaikum salam warah matullahi wabarakaatuh’’diringi tepuk tangan.
‘’benar hari ini aku boleh menyukainya,tapi allah yang lebih tau bukan aku,kini aku tau kenapa allah slalu membuat perpisahan disekitarku,yah aku tau..karna aku tak bisa bergantung pada mereka,mereka bukan milikku,terutama jodoh jika allah memang mentakdirkan kak fadhil untukku akan kupertahankan’’batinnya dan berlalu pergi.
Kini najwa menyadari bahwa dibalik suatu kesedihan ada yang harus ia pahami,kini bintang Sirius itu sadar bahwa knapa dilangit hanya ia sendiri karna memang hanya ada ia sendiri diddepan bukankah Sirius b ada dibelakang dan selalu mengawasinya.
Dan mulai hari itu najwa tau apa yang harus ia lakukan apa yang harus dipikirkannya,tapi bukan hidup tak ada tantangan,masih banyak yang harus ia lakukan sebelum kemenangannya,karna iangat sekali dan mengerti maksud gurunya itu kini.
‘’percayalah didunia in I jarang sekali hal yang kita sukai dan kita inginkan akan menjadi milik kita dan terwujudkan,karna itu allah mengajarkan kita untuk berjuang mendapatkannya dengan tujuan yang baik tentunya,mengerti semua’’
‘’mengerti uztadz,yaa kini najwa mengerti’’batinnya kini.
Satu masalah usai dan masalah lainnya akan menyusul yang perlu dilakukan adalah istiqamah dan berusaha karna itulah hidup,tak ada pilihan namun selalu memilih tak ada kepuasan namun terus mencari,nafsu takkan pusnah namun terus memelihara,mata hati tak buta tapi terus dibutakan dan itulah hidup,bukankah begitu najwa.
Mata hati memang tak bermata
Tapi tak pernah buta dan dusta
Tapi kita yang terus mengikis itu semuanya
Karna nafsu bagi musang berbulu domba.
BERSAMBUNG
untuk cerita berikutnya :
hadir dalam dunia sebagai mawar berduri akankah jauh lebih sakit atau indah seperti mawarnya. inilah kisah sang adam yang dilema antara memilih keyakinan ibunya atau ayahnya, merayakan natal atau malah merayakan datangnya bulan puasa.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama