Rabu, 28 Januari 2015 M - Rabiul Akhir 1436 H
Penulis: JUSTIC

MTI Canduang - JUSTIC. Sehubungan dengan peningkatan disiplin santri akhir-ahir ini, salah satu upaya madrasah adalah dengan melarang santri keluar dari lokal di saat pergantian jam pelajaran. Biasanya santri keluar adalah ke kantin dan ke koperasi untuk berbelanja dan membeli air minum untuk guru yang mengajar di dalam lokal.

Santri yang keluar untuk membeli air, biasanya adalah sebanyak 2 orang per lokal. Karena di MTI Canduang ada 29 lokal maka minimal 58 orang berada di luar atau sebanding dengan 2 lokal pula. Karena demikian manajemen MTI Canduang memberlakukan larangan kepada guru-guru untuk minum di lokal dan menutup gerbang menuju kantin.

Ustadzah Etri Wahyuni mengatakan bahwa "menutup gerbang itu sudah adil kok, saya setuju kalo kantin ditutup maka koperasi madrasah pun juga harus ditutup, karena keduanya (kantin dan koperasi madrasah) kan memiliki fungsi yang sama, namun yang perlu diingat itu ialah bahwa aturan santri tidak sama dengan aturan guru, guru juga memiliki aturan yang tidak kalah disiplinnya dari santri".

Dalam hal senada Ustadzah Vera Wati juga berkomentar bahwa"Keadilan memang harus ditegakkan, tidak ada yg memungkiri itu. Tapi yang harus diingat adalah bahwa aturan guru dan aturan santri tidak sama, karena fungsi yang dijalankan pun berbeda". | JUSTIC

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama