Kamis, 27 November 2014 M – 3 Shafar 1436 H
Reporter: Wiza Novia Rahmi

ilustrasi
MTI Canduang – JUSTIC. Kepala MTI tk. Aliyah, Zulkifli, MA dan Waka Kesiswaan (Dra. Zuryati Ilyas) menindaklanjuti sekitar 40 santri arama putri yang tidak mengikuti pengembangan diri kemarin siang (26/11) di halaman kampus MTI Canduang, Agam, Sumatera Barat pada Kamis pagi (27/11). Tidak hanya itu, seluruh  santri kelas 5 dan 6 juga di eksekusi. Dan ada beberapa lokal yang dieksekusi karena juga tidak mengikuti pengembangan diri dengan alasan tambahan belajar dengan guru bidang studi dan ujian fiqh lisan.

Dari informasi yang diterima JUSTIC, beberapa santri asrama putri sudah mengambil bidang pengembangan diri, salah satunya TTB (Tata Busana), akan tetapi pada gelombang dua dan tiga, sehingga santri tersebut memilih untuk kembali ke asrama, padahal pengurus OSTI sudah mengumumkan bahwa santri yang mengambil bidang TTB gelombang dua dan tiga bergabung dalam pengembangan diri dakwah.

Kemudian mengenai santri kelas 5 dan 6 yang tidak mengikuti pengembangan diri, mereka beralasan mengerjakan tugas, dan tambahan belajar dengan guru bidang studi. Salah seorang guru sempat berucap “seharusnya OSTI mengerti bahwa guru mengejar ketertinggalan pelajaran, dan santri-santri tersebut tidak usah ditindaklanjuti”.

Santri-santri tersebut kemudian dieksekusi (red:nasehati) pasca Zulkifli memberi arahan pada apel pagi. Zulkifli sempat mengancam kalau kejadian ini sempat terjadi lagi maka semester dua pengembangan diri akan dihilangkan. Kemudian seluruh santri memasuki lokal masing-masing setelah habis jam ke-2. | JUSTIC

2 Komentar

  1. judulnya terdengar menyeramkan utk ukuran media sekolah untuk umum

    BalasHapus
  2. Maaf da/uni. ini juga belajar namanya.
    terima kasih masukan nya uda/uni :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama