Rabu, 05 November 2014 M – 12 Muharram 1436 H
Penulis: Wiza Novia Rahmi

ilustrasi
MTI Canduang – JUSTIC. Aktif pada sebuah pembelajaran biasanya cenderung dilakukan oleh siswa berprestasi. Namun tatkala siswa tidak aktif mencoba aktif, seringkali tidak ditanggapi layaknya orang bodoh yang hanya  “mendengar dan melihat ke papan tulis”.

Ketika siswa berprestasi melakukan perlombaan bergengsi berjuta ucapan selamat terpatri karena amat bangganya terhadap siswa tersebut. Akan tetapi, ketika siswa kurang berprestasi melakukan perlombaan kurang bergengsi _namun mengangkat sebuah harga diri_ hal itu justru tak merubah pandangan terkait penghargaan yang diterima dan diberikan.

Masih seputar berprestasi dan tidak berprestasi, sebagian siswa di beberapa lokal menyatakan bahwa sebagian kecil guru terlalu menyanjung beberapa siswa berprestasi di dalam lokal. Hal ini tentu saja membuat nyali siswa _yang katanya tidak berprestasi_. Namun sebenarnya di dalam hati mereka juga ingin seperti para siswa yang berprestasi lainnya.

Kadang terbersit di hati siswa tidak berprestasi untuk bisa seperti siswa berprestasi tersebut. Beberapa tingkah dan polah para siswa berprestasi acapkali ditiru oleh siswa yang tidak berprestasi, bahkan melebihi siswa berprestasi, mulai dari kerajinan ketika belajar, memperhatikan ketika gurur menerangkan, sampai-sampai belajar hingga larut malam. Akan tetapi tetap tidak mampu menyaingi prestasi mereka yang dalam kesehariannya bisa dibilang santai, pelajaran mudah dimengerti, sering mengikuti ajang perlombaan di luar sekolah, namun tetap menjadi juara di dalam kelas.

Satu lagi, tingkah para siswa berprestasi yang tidak rajin, ketika suatu lokal diberi pekerjaan rumah, siswa tidak berprestasi melaksanakan dengan baik sesuai jadwal, namun tatkala akan mengumpulkan, datanglah sanggahan dari siswa berprestasi untuk tidak mengingatkan guru, dalam artian dikumpulkan di lain waktu saja. Permintaan ini tentu saja tidak bisa ditolak siswa tidak berprestasi, karena segan dan sebagainya.

Barangkali mungkin kedekatan terhadap Tuhanlah yang kurang dari santri tidak berprestasi tersebut, serta mahabbah dari guru juga tidak mengalir, sehingganya duduk dan memperhatikan di dalam lokal pun tetap pelajaran itu tidak merasuk ke relung hatinya. | JUSTIC

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama