Rabu, 29 Oktober 2014 M - 5 Muharram 1436 H
Penulis: JUSTIC

ilustrasi. Sumber:tugasmuliamenjadiwartawan
Sobat justic.... tau nggak???
Sebenarnya perjuangan seorang wartawan itu tidaklah mudah. selain menyalurkan bakat dan hobinya, ada banyak tantangan dan resiko yang harus kami terima. Namun berbagai halnya telah kami rasakan bersama, dan juga tidak sedikit dari kami yang telah bercucuran air mata.

Dengan fasilitas yang terbatas, membuat kami harus kesana kemari untuk meluncurkan sebuah berita agar tetap menjadi berita ter uptade bagi para pembaca, bahkan kami pun pernah menempati sebuah ruangan kosong yang berada di salah satu ruangan pimpinan madrasah. Tak sedikit sindiran dan pandangan sinis yang kami dapati dari pihak-pihak tertentu terkait ketidaknyamanan mereka dengan kehadiran kami.

Meskipun ada sebahagian pihak memandang kami dengan sebelah mata, tak urung niat kami untuk berhenti di tengah jalan, bahkan kami semakin semangat dan tegar hingga suatu saat nanti kebenaran dan kepuasan akan terlihat jelas melalui karya-karya kami ini.

Kenapa tidak ?? 
Banyak diluar sana para pembaca tulisan kami yang sangat menanti-nanti informasi dari peristiwa sehari-hari yang terjadi di madrasah kita, tak lain tak bukan mereka dapatkan dari JUSTIC, bahkan ada dari salah satu pembaca yang menginginkan kami untuk menerbitkan sebuah buku, namun karena kondisi JUSTIC yang belum memungkinkan saat ini dan minimnya keuangan menyebabkan kami belum mampu memenuhi keinginan pembaca.

Kamipun tidak asal terhadap sesuatu yang kami sajikan, kami memiliki landasan yaitu dalam UU no 40 tahun 1999 tentang pers pasal 4 yang berbunyi
     ayat 1 : Bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara
     ayat 2 : Bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran
     ayat 3 : Bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers mempunyai
                   untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan 
                    dan informasi.


Meskipun banyak yang kurang menyukai dan kurang mendukung proses pencarian berita dalam organisasi ini, kami tidak peduli dan tetap pada landasan kami.
 
Akan tetapi yang kami lakukan ini bukan untuk menodai rasa hormat dan kecintaan kami pada madrasah, hampir semua dari tulisan kami bertajuk positif. Namun terkadang kami menulis keluh-kesah karna disinilah kami bisa menyebarkan apa yang sedang kami rasakan. Dan ketika yang kami tulis berbau negatif, hal itu juga merupakan bentuk kecintaan supaya ada perbaikan dan peningkatan dari madrasah kita sendiri. 

Sebagian kru sempat berkata "sakitnya tuh di sini" | JUSTIC

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama