Ahad, 4 Rajab 1435 H - 04 Mei 2014 
Reporter: Rusdi Arif

MTI - JUSTIC

Dalam rangka Milad MTI Canduang ke-86 yang berlangsung di Kampus MTI Canduang. MTI Canduang kembali mengadakan acara tahunan untuk menyambut perayaan Milad yang dimulai pada tanggal 28 April sampai 03 Mei.

Dari pantauan wartawan JUSTIC, ada sedikit yang berbeda diacara kali ini seperti PRAMUKA dan LKTI Online yang sebelumnya tidak ada tercantum diacara Milad. Acara Pramuka ini pun berjalan sukses dengan meraihnya MTI Canduang diperingkat ke 3 dan LKTI Online diposisi 2 dan 3.
Namun, seperti biasa pertandingan Sepak Bola tidak pernah tertinggal dalam acara Milad karna banyak hal menarik yang terjadi dalam pertandingan Sepak Bola ini, seperti dalam pertandingan MTI Canduang A melawan PPM Diniyah Pasia yang saling adu mulut pada Juma'at, 02 Mei 2014 di lapangan Koto Hilalang. Tak mau kalah pun sampai-sampai para pelatih juga adu mulut, hampir-hampir terjadi adu jotos antara pemain dan pelatih.

Pertandingan yang penuh emosi ini pun berakhir dengan kekalahan MTI Canduang A 0-2 dari PPM Diniyah Pasia. Namun, masalah yang penuh emosi ini hanya selesai di lapangan tanpa adu jotos. Kekalahan ini pun juga merupakan pertandiangan terakhir bagi pemain MTI Canduang A yang rata-rata pemain dari anak kelas 7 yang sebentar lagi akan merayakan perpisahan.

Seusai pertandingan pelatih pun memberi masukan kecil kepada para pemain

"Sudah lama saya melatih kalian, dari kalian kaku bermain bola sampai kalian sekarang, masih banyak kekurangan masing-masing kalian, tak seharusnya kalian terpancing emosi dalam bermain tadi, kalau kalian tidak terpancing emosi lawan, kalian bisa menang, penguasaan bola kalian bagus, pemain bola itu tidak harus cerdas tapi harus punya mental kuat dan mau berduel di lapangan." kata Adri Henry, pelatih Sepak Bola MTI Canduang.

Tak hanya itu pelatih pun sedikit keberatan dengan perpisahan kali ini

"Dari tadi malam saya tidak bisa tidur memikirkan kalian, memikirkan berpisah dengan kalian, sudah 6 tahun saya melatih disini, sudah banyak yang saya lewati bersama kalian, kita tidak tahu kapan akan mati tapi, setidaknya kalian sudah pandai mensholatkan saya jika mati nanti. Kalian sudah besar."

Kostum bola pemberian pelatih pun menjadi kenang-kenangan bagi anak-anak asuhnya yang kan berpisah dari MTI Canduang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama