Minggu, 25 Mei 2014 - 25 Rajab 1435 H
Reporter : Melawati

MTI Candug - JUSTIC. Sebagaimana aktivitas sebelum PBM dimulai pada pukul 07.40 WIB kemarin (24/05), apel pagi selalu dilaksanakan di lapangan MTI Candung  sebagaimana rutinitas di pagi hari.  Melihat santri masih berdiri santai di tingkat II dan tingkat III, ustadz (Salman Pas) turun tangan memanggil mereka yang lambat berkumpul ke lapangan dengan tegasnya sekaligus memberikan tausyiah.

 Beliau menyampaikan "bila kita sudah memakai pakaian pramuka, maka sepantasnya kita mandiri dan menjalankan sebagaimana kita di latih dan di didik dalam kepramukaan, bukannya malah bersantai-santai ketika di panggil kebawah, harusnya dengan kesadaran sendiri !".

Nampak santri segera berbaris ketika apel pagi tadi, Buk (Drs. Zurriyati Ilyas) langsung berkata dalam tausyiahnya "nah, sekarang nampaknya tak sepeti hari kemarin, semua santri sudah mulai mengaplikasikan apa yang disampaikan oleh ustad Salman, bagus!".


Apel pagi telah selesai, para santri yang terlambat ke sekolah mulai di eksekusi,  kali ini berbeda pemandangan lagi, yang biasanya dihukum dengan hukuman yang berhubungan dengan kebersihan sekolah, namun kali ini dihukum untuk beribadah.

Mereka disuruh untuk melaksankan shalat dhuha di lapangan madrasah, bukan hanya itu mereka juga harus membaca AL- Quran di depan makam Buya Syeikh Sulaiman Ar-Rasuli. " Dipandang dari segi pahala memang menguntungkan dan baik, apalagi beribadah seperti itu pagi-pagi sudah banyak pahala, namun dari segi yang lain, tetap saja mereka melanggar aturan yang ditetapkan madrasah" ujar salah seorang santri kelas X-IPA (Ratna Ayu Permata Aini).

Seketat apapun peraturan dibuat, nampaknya tak membuat para pelanggarnya jera, mereka malah jatuh ke lobang yang sama dengan hukuman yang harus mereka terima pula, salah satunya untu para santri yang terlambat ke madrasah tersebut.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama