Kamis, 1 Mei 2014M - 1 Rajab 1435H
Reporter : INDAH AL AZIZ

MTI Candung - JUSTIC
Pagi ini (01/05) pukul 07.15 WIB seiring berbunyi bel,santri MTI Candung diperintahkan agar berbaris di halaman Madrasah, seperti biasa yaitu untuk menghadiri Apel Pagi guna mendengarkan taushiyah dari ustadz ataupun ustadzah. Walaupun di tengah-tengah acara perayaan milad MTI Candung dengan diadakannya berbagai perlombaan, namun kegiatan Apel pagi tetap dilaksanakan seperti biasa. sehingga santri-santri pun tetap diwajibkan agar hadir ke sekolah pada jam yang sama.

Seperti biasa Apel pagi tetap dihadiri oleh santriwan dan santriwati serta majlis guru, hanya saja karena disebabkan sedikitnya guru yang hadir pada hari ini, maka Apel pagi kali ini pun terasa sedikit perbedaan dari hari-hari biasanya. Apel pagi pagi kamis ini bukanlah diiisi oleh ustadz ataupun ustadzah, akan tetapi oleh Waka Kurikulum MTI Candung tingkat MTs (Dra.Zuryati Ilyas) justru meminta salah seorang dari santri di kelas Aliyah (Tarmizi) kelas 5-1 untuk mengisi taushiyah kepada teman-temannya sesama santri.

Ketika berlansungnya taushiyah dari seorang santri tersebut, menurut pantauan tim Justic merupakan suatu pemandangan yang sangat MIRIS, ketika tidak ada lagi rasa menghargai dan menghormati pada diri para remaja khususnya santri. Padahal santri-santri ini selalu mendalami Ilmu Agama bahkan hampir setiap hari, khusunya Ilmu Tashauf demi memperbaiki akhlak para santri, tapi kali ini pemandangan yang didapat justru berbanding terbalik pada kenyataannya.

Sesaat setelah pemberian sedikit taushiyah dari seorang santi tadi, kemudian acara apel pagi ditutup dengan membacakan sedikit kesimpulan dan inti dari taushiyah santri tersebut oleh Wakak Kurikulum MTI Candung tingkat MTs, dan pemandangannya sama saja, santri-santri tetap tak acuh terhadap penyampaian ustdzahnya. Ironis sekali, santri tetap asyik bersenda gurau dengan teman-temannya, santri tetap asyik bercerita, dan tanpa memperhatikan lagi taushiyah dati ustadzahnya sendiri.

Semoga saja, semakin dalam ilmu yang didapat oleh para santri, semakin banyak taushiyah yang diterimanya, maka semoga semakin besar pula rasa menghar
gai dan menghormati yang timbul dari diri santri-santri ini.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama