Minggu, 18 Mei 2014 M - 18 Rajab 1435 H
Reporter: Khairun Nisa

JUSTIC- MTI Candung, Dari data yang berhasil dikumpulkan wartawan Justic di lapangan mengenai modus penipuan yang berlebel KPH HAM yang menimpa MTI Canduang (Sabtu, 17/05/2014) yang lalu. Modusnya adalah melakukan pemeriksaan dan mencoba menangkap para pelaku korupsi dana BSM.

Informasi yang kami dapat dari salah seorang guru MTI Canduang Dina Mariana SE, mengenai hal tersebut Dina mengatakan bahwa "ia telah menelpon Kepala MTs Pesanten MMUS V Suku Canduang memberitahukan kejadian yang menimpa MTI Canduang itu. Ternyata Dra. Hj. Nismar (Kepala Sekelah Tk.Tsanawiyah MMUS V Suku Candung itu) juga mengaku juga diperas oleh oknum yang sama. Ketika itu pesantren MMUS kena sejumlah 1.5 juta rupiah.

Menurut Dra. Hj. Nismar, mereka datang ke MMUS tidak melewati jalan umum ke sana, tetapi melewati jalan sempit dari arah puhun Kuruak-kuruak. Sungguh aneh".

Berdasarkan data yang diperoleh dari media online pun telah banyak yang menjadi korban penipuan sejumlah dana dengan  modus BSM ini bahkan pulau Jawa pun tidak terlepas dari penipuan modus ini.

Dikutip dari sebuah blog, yang memuat seruan dari Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan Dr. Ing. Ir. Yul Yunazwin Nazaruddin mengatakan "Menindaklanjuti surat yang beredar di lingkungan dinas pendidikan dengan nomor 890/2173/sj tanggal 4 Februari 2013 dan 3557/G4/LL/2013 tanggal 15 Februari 2013 perihal pendataan pendidikan tahun 2013/2014, bersama ini kami informasikan bahwa PDSP tidak pernah mengirimkan surat tersebut. Kami mohon kepada Saudara agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Selain itu kami mohon bantuannya untuk menyampaikan informasi ini kepada seluruh sekolah di lingkungan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.". Justic

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama