Sabtu, 17 Mei 2014 M - 17 Rajab 1435 H
Reporter : WIZA NOVIA RAHMI

JUSTIC - MTI Candung, Setelah perayaan pemberian ijazah (15/05), Sabtu pagi (17/05) dilakukan apel seperti biasa. Namun ada tampilan berbeda, setelah taushiyah yang disampaikan oleh salah seorang guru MTI Candung, alumni muda MTI Candung, Rahmat Abdullah beri sedikit pesan dan kesan kepada adik kelasnya. Pesan tersebut diawali dengan memperkenalkan diri dan bagaimana bisa sampai bersekolah di MTI Candung ini, yang sebelumnya bersekolah di salah satu SMP Padang.


Namun, salah seorang pimpinan MTI Candung dengan sedikit geram menunjuk ke arah alumni muda yang sedang menyampaikan pesan dan kesan agar segera menutup pembicaraan seraya mengeksekusi salah seorang anggota OSTI (Organisasi Tarbiah Islamiah) Candung kenapa alumni muda tersebut bisa memberikan pesan dan kesan sehingga menghabiskan waktu yang seharusnya dipakai untuk jam pelajaran.. Mengenai hal ini, anggota OSTI tersebut pun langsung menemui WaKa Kurikulum tk.MTs Dra. Zuryati Ilyas dan menanggapi hal tersebut "jangan sampai membunuh karakter murid. Seorang murid itu memiliki latar belakang berbeda dan tidak mempunyai background yang sama. Seharusnya seorang guru tidak boleh killer. Bahkan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pun berpesan untuk tidak membunuh karakter anak bangsa dan peserta didik" tanggap WaKa Kurikulum ini dengan air mata berlinang, tersebab rasa haru bercampur sedih dengan keadan yang seolah membunuh sebuah karakter.

Drs. Anwar Jailani melengkapi pesan dan kesan alumni muda pada apel pagi  itu. 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama