Senin, 28 APRIL 2014M - 28 JUMADIL AKHIR 1435H
Reporter : INDAH AL AZIZ dan WIZA NOVIA RAHMI

   Pagi menjelang siang (27/04) kira-kira pukul 11.20 WIB di halaman MTI-C telah berbaris santri-saantri beserta majlis guru untuk menyambut kedatangan tamu MPU (Majlis Permusyawaratan Ulama) dari provinsi NAD (Nangroe Aceh Darussalam). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kunjungan kerja MPU Aceh kepada MUI Sumatera Barat sekaligus Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung. Setelah selang beberapa menit menunggu, yaitu kira-kira pukul 11.45 WIB, tamu-tamu tersebut telah sampai di MTI-C, tamu tersebut disambut sengan senandung Shalawat bersama dari keluarga besar MTI-C, kemudian tamu-tamu lansung berjalan menuju makam Syekh Sulaiman Ar-Rasuli untuk berziarah dan doa bersama yang dipimpin oleh Syekh Himdan Ahmad Andallah Naashir. Setelah ziarah dan doa bersama, para tamu lansung diajak menuju ruangan Auditorium MTI Candung. Dalam acara kunjungan kerja MPU Aceh ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh salah seorang Santri MTI-C. 
Kemudian acara dilanjutkan dengan beberapa kata sanbutan. sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli oleh Dr.H.Syukri Iska M.Ag, dalam sambutannya ini, beliau menceritakan sedikit profil tentang MTI-C mengenai asal-usul berdirinya MTI Candung.
  Kemudian, sambutan kedua oleh Kepala Kementrian Agama Kabupaten Agam Zulkarnaini Batubara M.A, lalu dilanjutkan dengan sambutan juga oleh Ketua MPU  Aceh, dalam sambutannya ini, bliau juga menceritakan tentang bagaimana sulitnya lika-liku perjuangan Ulama-ulama Aceh dalam memperjuangkan daerah Islam secara "KAAFFAH" hingga mencapai 32 tahun dengan penderitaan yang luar biasa sulit disertai juga dengan adanya musibah Tsunami yang menimpa daerah mereka.
   MPU Aceh terdiri diri 47 Teuku begitu sebutannya di sana. Yang mana Teuku-teuku tersebut pada umumnya telah menguasai Kitab I'aanatuth-Thaalibiin yang direkrut dari berbagai Pesantren. Ketua MPU Aceh dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pendidikan di Aceh sangat erat kaitannya dengan Sumatera Barat, terutama Pesantren yang ada di Sumatera Barat, di Aceh sangat terkenal akan keberadaan Partai "Persatuan Tarbiyah Islamiyah" (PERTI), bahkan hampir di seluruh Pesantren yang ada di Aceh pun mengetahui akan keberadaan PERTI.
   Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Agam yang diwakili oleh Wakil Bupati Agam dikeranakan beliau ada beberapa halangan untuk menghadiri acara kunjungan ini. setelah sambutan wakil Bupati Agam, acara dilanjutkan dengan pembacaan Materi Muzaakarah Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, lalu disusul dengan pembacaan Materi Muzakarah pula dari pihak MPU Aceh. Dalam muzakarahnya, MPU Aceh menyampaikan beberapa keistimewaan Aceh, yang pertama dari segi pendidikan yaitu MP Daerah,yang kedua segi adat yaitu MP Adat Aceh, serta yang ketiga dari segi Ulama yaitu MPU Aceh. selain menyebutkan keistimewaannya, MPU Aceh juga menyebutkan kewenangan MPU, di antaranya adalah kewenangan MPU untuk memberi fatwa, memberi taushiyah, 47 Ulama dalam MPU yang terdiri dari ulama-ulama Da'yah/Pesantren, serta MPU juga mempunyai hak untukmemberi pertimbangan di atas kebijakan pemerintah..
   Setelah mennyebutkan materi muzakarah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab oleh para Teuku serta para Ustadz dari MTI Candung, lalu diakhiri dengan sedikit taushiyah dari Syekh Himdan, dan acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Guru MTI Candung yaitu Ustadz Bahrul Fadhal.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama