Sabtu, 19 Muharram 1435 H - 23 November 2013
Reporter : Indah Al-Aziz

Syekh Himdan yang merupakan guru yang didatangkan dari Mesir untuk MTI-C ini, sehubungan belum adanya jadwal tetap bagi beliau, maka dari itu ia hanya memasuki kelas-kelas yang ia kehendaki saja. Pada Sabtu ini (23/11) jam 09.00 Wib sampai jam 12:30 Wib ia mengajar di lokal tingkat Aliyah, kelas 5 khususnya. Seakan menyesuaikan diri dengan santri MTI-C dan serasa ingin lebih mengetahui tentang bagaimana PBM (Proses Belajar Mengajar) di MTI-C ini, beliau mencoba memasuki kelas untuk mengajar di kelas tersebut dengan didampingi ustad yang mengajar di MTI-C, ustad Nofriandi.


Selain itu, pada malam hari Syekh Himdan juga mengajar santri yang datang ke tempat kediamannya untuk bermuzakarah yang berlokasi di Simpang Kodim, atau rumah yang sering disebut Gaduang Buya.

Dikela Sykeh Himdan mengajar santri dengan menggunakan bahasa Arab, di pertemuan pertama sekaligus pelajaran pertama dengan Syekh Himdan ini, ia mengajarkan santri tentang bagaimana etika dan cara bersikap hormat kepada guru ketika salah seorang guru memasuki kelas.

Usai menjelaskan etika-etika Syekh Himdan memasuki pelajaran dengan mengajukan pertanyaan-pertanyan kepada santri, yang kemudian dilanjutkan dengan meminta satu persatu santri untuk menjawabnya, ataupun santri itu sendiri yang berdiri untuk menyatakan jawabanya.

Pembelajaran ini berjalan dengan sangat lancar, awalnya memang banyak santri yang mengaku tegang dikrenakan tidak terbiasa dengan guru asing, sekaligus berbahasa asing yang sulit dimengerti, namun dengan rasa-rasa penasaran dan antusiesme yang tinggi yang timbul dari benak para santri membuat santri tetap fokus sehingga akhirnya mengerti dengan apa yang telah disampaikan Syekh Himdan.Justic

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama