Kamis, 17 Muharram 1435 H - 21 November 2013
Reporter : Mita Septia Ningsih

Keinginan MTI-C untuk mendatangkan seorang guru dari Mesir akhirnya dapat terwujud. Berbanggalah MTI-C, karena ini adalah kesempatan emas bagi MTI-C untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini, sebab kesempatan tidak datang 2 kali. Maka pemanfaatan kesempatan ini dengan seoptimal mungkin oleh santri dan juga guru untuk lebih mendalami ilmu sangatlah diperlukan kedepanya, terkhusus bagi para Hafizul Qur`an dan pencinta bahasa Arab, sebagaimana dituturkan Raisul `Am MTI-C, Buya H. Amhar Zein Arrasuli.

karena Syekh dari Mesir ini akan membimbing langsung para santri yang hafiz al-Qur`an, dan dapat mengambil sanadnya langsung kepada beliau yang terhubung kepada Rasulullah saw. Namun, awal-awal ini santri masih seolah canggung bila bertemu dengan syekh tersebut, ini sesuai dengan apa yang ia kemukakan waktu perkenalan "bahwa ia merasa seolah orang asing berada di MTI-C karena semua warga MTI-C terkesan agak menjaga jarak awal-awal ini".

Hal ini terjadi sebab para santri belum bisa berbahasa Arab dan mereka takut seandainya ditanya oleh Syekh sedang santri tersebut tak mengerti Syekh itu bertanya tentang apa. Sesuai dengan yang dikemukan seorang santri MTI-C. Padahal sejatinya santri MTI-C punya potensi untuk bisa bercakap bahasa Arab, sebab keseharian mereka adalah bergelut dengan kitab-kitab yang berbahasa Arab. Namun karena kurangnya kepercaya dirian sehingga kondisi ini masih berlanjut dan menjadi aib turunan.

Oleh sebab itu semoga kehadiran Syekh dari Mesir ini bisa mengubah presepsi para santri dalam berbahasa Arab dan juga semoga para santri mampu mengantongi ilmu-ilu yang bermanfa`at yang dimiliki Syekh ini selama ia berada di MTI-C, sehingga terwujud perobahan di MTI-C kearah yang lebih positif, sebagaimana yang disampaikan Sekretaris Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli, Zulkifli SPd.I MA Rabu (20/11) kemaren.Justic

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama