Sabtu,24 Muharram 1434 H / 08 Desember 2012 M

                MTI Candung - Justic. tarbiyah oh tarbiyah betapa harum namamu, disana sini orang memuja dan membanggakanmu, siapa yang tak kenal syekh sulaiman arrasuli dan siapa yang tidak kenal dengan pesantren yang megah tegak dan kokoh bangunannya.
       Memang betul kata orang tiada didunia ini yang sempurna, seperti halnya di MTI - Candung, kami (Justic) akan mencoba menguak sebuah permasalahan yang sudah menjadi salah satu tradisi para santri di Mti - Candung.
  teng teng teng.....!!!! "wahhh lah bunyi lo bell a makan sen alun lai aaaaaaa" pendengaran yang sudah lazim disana sini terdengar sorak poranda karna bell tanda istirahat salat zuhur telah berakhir, banyak para santri mengeluhkan hal ini, sehingga sampai belajarpun hal keadaan penuh terpaksa,"Ba ka fokus baraja paruik ndak bisa diajak kompromi lo" ujar salah satu santri ketika bangun dari tidur pulasnya dengan muka yang agak menahan emosi, dan ia berkata "jan salahan kami kok talalok kok mambuek-buek ulah, tu samato-mato hanya untuak manahan raso litak dan latiah kami, jadi kami harap pado guru-guru dengan penuh pengertiannya".
     ya....! harapan itulah yang di inginkan oleh para santri, berhubungan dengan hal ini harus adannya sistem komunikasi antar ustadz/zah dan santri demi terciptanya proses belajar mengajar pada siang hari, agar ada semangat dari santri karna ada dorongan dari gurunya,"kok dapek kami nio pado jam siap zuhur tu guru-guru yang palawak agak seketek nan ndak begitu serius bana maajanyo, agar kami ndak takantuak-kantuak atau ba ulah-ulah dalam baraja kok"papar para santri seraya mengasih saran kepada tim Jutic.



dilaporkan oleh : Afridho Azizi
 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama