“Ciri kesuksesan adalah ketika kita menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain” berawal dengan motto yang sangat simple ini menjadi semangat tersendiri bagi zami untuk menciptakan perubahan terutama pada dirinya sendiri agar lebih memperhatikan lagi lingkungan dan teman-temannya.sehingga dia semakin menyadari akan perlunya saling memberi.dan ia berpendapapat semakin banyak kita memberi akan semakin banyak kita menerima.

Pelajar kelahiran Padang,13 agustus 1989 ini berasal dari keluarga yang cukup sederhana.dan sejak kecil dia memang telah terbiasa mandiri.karna setelah tamat SD ia telah berpisah dari orang tua dan keluarganya untuk melanjutkan pendidikan di MTI(madrasah tarbiyah islamiyah) candung,salah satu pesantren yang berlokasi di candung kabupaten agam.

siswa yang satu ini kalau hanya dilihat sekilas saja memang agak kelihatan seperti seorang yang agak preman atau pelajar yang tidak begitu pintar,tapi itulah zami dia tidak terlalu mementingkan penampilan,tidak mengherankan bila orang yang pertama kali bertemu dengannya akan merasa kalau zami samasekali tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya,dia kelihatan begitu cuek dan asyk dengan urusanya sendiri.

untuk bisa menjadi orang yang produktif agar bisa memberikan sesuatu yang berharga bagi orang lain dan dapat memberikan kontribusi pemikirannya demi perkembangan bangsa dan Negara ini, zami memilih untuk ikut berkecimpung di dunia organisasi. zami berpendapat bahwa organisasi merupakan wadah bagi para pelajar atau siapapun yang ingin melatih diri kea rah yang lebih baik dan juga sebagai wadah untuk bisa membaginya dengan orang lain,dan pada zaman seperti ini negara kita sangat membutuhkan organisasi karna melalui organisasi kita bisa menciptakan dan melatih kreatifitas siswa dan untuk mengaktualisikan nilai-nilai yang telah didapatkannya selama masa belajar disekolah ujar cowok yang berbintang leo ini.

Sekarang pelajar dari MTI-candung ini sedang menjababat sebagai ketua pengurus daerah PII(pelajar islam Indonesia) bukittinggi-agam,salah satu organisasi pelajar di indonesia.dan dalam program rancangan kerjanya kedepan ia bertekad bersama terman-temannya untuk mencapai kesempurnaan agama,pendidikan dan social budaya bagi bangsa tercinta ini khususnya bagi daerah bukittinggi-agam. ia ingin menjadikan organisasi sebagai jalan untuk berdakwa dan juga wadah penyaluran bakat dan minat generesi penerus bangsa. sehingga menciptakan generasi yang cerdas secara iptek dan imtaq.

sebagai seorang aktivis zamiepun bukanlah orang yang hanya pintar dibidang organisasi, dia mengatakan kalaw sekolah tetap menjadi priooritas utamanyanya”karna memang dari awal saya disuruh orang tua untuk sekolah” ujarnya sambil tersenyum, dia tidak pernah mengenyampingkan urusan sekolah, sehingga disekkolahnyapun zami menjadi murid terbaik dan bisa dikatakan bintang sekolah. dan tidak jarang zami di ambil sebagai utusan sekolahnya untuk mengikuti lomba luar sekolah.bahkan tahun ini zamie telah meraih beberapa juara antar sekolah, salah satunya juara II MQK tingkat sumbar. walaupun dalam waktu yang sibuk dan jadwal yang padat ia selalu menyempatkan diri untuk mengulang pelajarannya. dan ia mengatakan “orang yang hebat adalah orang yang tak tidak pernah mengatakan saya sangat sibuk”dan ia menekankan kalau organisasi tidak pernah mengganggu urusan sekolah apalagi membuat sibuk sehingga melupakan tugas awal,itu cuma mitos yang beredar dimasyrakat bahkan katanya terlalu banyak masyarakt kita menyi-nyiakan waktu yang ada dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti nonton tv, ngobrol-ngobrol dan sebagainya.

Untuk itu zami berharap pada seluruh pelajar agar bisa mempergunakan waktunya sebaik mungkin karma waktu itu bagaikan anak panah sekali saja anda melepasnya maka ia takkan berbalik lagi, dan “sedetik saja anda menunda kesempatan anda maka bersiaplah untuk kehilangan hal yang lebih besar lagi”ujarnya dengan yakin.. (zulkariman)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama